Kenapa(?)
tafsir
Tafsir,
Aku
sedang mencintai,
Dalam
tiada, yang kau bilang akan mengerikan
Alih-alih
menyusahkan.
Dan anak
dara tersenyum amat tinggi
Dari
garis bibirnya terlihat wajah manusia
Malukah
ku tebak siapa?
Dan
waktu itu berubah jadi prasasti tanah ini
Tentang
kita, juga jalan-jalan udara dini hari
Yang
gugur, yang sekarat, namun tak mati.
Mencinta
begitu luas kurasa,
Dan
pulang bukan sekedar rindu
Kemudian
makna itu hilang, untuk tiap pijak masa yang membawaku entah kemana.
Bukan
caraku untuk meminta,
Bila kau
ingin kembali; sekali saja
Kau tahu
kemana harus beranjak.
Lalu,
rasa inilah rumput ilalang
Tumbuh
kian pasang; makin tinggi
Dan
dirimu adalah tafsir lain dari bumi untuk ku mengerti.
-skala


Komentar
Posting Komentar