interpretasi


Interpretasi

Perlahan,
Dengan pesta dalam sunyi
Menabuh gendang satu-persatu
Dan menari; hanya kita yang tahu.

Perlahan,
Yang berlogika senada air mengalir
Bergerak pun riak; dalam pun dangkal
Berpasir atau berlumpur?

Perlahan,
Dua orang saling bicara; mata tanpa suara
Mati dalam pandang nun hening cakap
Cinta itu nadir, dengan sangat.

Peralahan,
Puisi ini kelak terkenang
Bersama arsip dengan jaring-jaring lampau
Yang di kemudian hari membuka lembar suci.

Perlahan,
Selain nalar; apalagi rasa
Yang kepunyaan siapa
Denganmu terjawab semuanya.

-da

Aku : selamat hari puisi nasional, selamat mengenalku.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer