Belanga

 

Belanga,

Mengupas hari-hari; berharap garam dan asam

Adalah kesatuan.

 

Ingatkah kau,

Dunia ini begitu nirwana tahun lalu

Tentang bagaimana waktu itu diukir; dengan kelembutan dan rindu.

 

Prosa-prosa berisikan narasi yang hidup dalam bawah sadar,

Menggambarkan indah dan nelangsa secara rupa

Pada sebuah lonceng besar diatas gereja.

 

Malam ini hidup,

Sebagai ikatan yang diredam secara laju

Sudah.

 

Frasa ini bukan ajakan untuk kembali

Namun hanya sekedar irama yang tiba-tiba hadir dalam langkah maju; ia berbisik

Tidak semua harus dilupa”.

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer